Kemendikbudristek Luncurkan Rapor Pendidikan 2024 untuk Jenjang PAUD

073980400_1709694655-Kepala_Badan_Standar__Kurikulum___Asesmen_Pendidikan__Anindito_Aditomo_dalam_Pembukaan_Acara_Rilis_Rapor_Pendidikan_2024.__Dokumentasi_Panitia_

Liputan6.com, Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Rapor Pendidikan 2024 di Senayan, Jakarta pada Selasa, 5 Maret 2024. Peluncuran Rapor Pendidikan 2024 ditujukan untuk mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan Indonesia yang berkelanjutan.

Dilansir dari laman Kemendikbudristek, Rapor Pendidikan merupakan laporan yang menampilkan kondisi satuan pendidikan berdasarkan data dari hasil asesmen dan survei-survei nasional yang melibatkan satuan pendidikan dan daerah.

Perkembangan terbaru Rapor Pendidikan 2024 menghadirkan pembaruan data-data baru tentang kondisi layanan untuk satuan pendidikan di jenjang PAUD. Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Standar, Kurikulum & Asesmen Pendidikan, Kemendikbudristek, Anindito Aditomo.

“Di tahun 2024 ada beberapa penyempurnaan. Pertama adalah penambahan data kualitas lingkungan belajar PAUD.” ujar Anindito dalam sesi media briefing, Selasa (5/3/2024).

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen PDM), Iwan Syahril menyampaikan pembaruan ini ditujukan untuk membantu pemerintah daerah mengambil kebijakan terkait pendidikan yang berbasis data di daerahnya.

“Dengan adanya Rapor Pendidikan dapat membantu pemerintah daerah (untuk mengetahui) tentang apa yang perlu menjadi perhatian. Sehingga pemda dapat menyerap untuk melakukan perencanaan dan penganggaran, yang dulu hanya berbasis asumsi, kini bisa berbasis data,” ujar Iwan.

“Harapan kita dengan adanya penyelarasan ini dapat memudahkan pemda untuk terus melakukan peningkatan pembangunan SDM”, sambungnya.

Manfaat untuk Pemda dan PAUD

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pekalongan, Kholid, menyampaikan manfaat dari adanya Rapor Pendidikan adalah untuk mengukur dan memperbaiki satuan pendidikan.

“Keuntungan dengan adanya Rapor Pendidikan dapat memudahkan mengukur masing-masing satuan pendidikan, untuk kemudian dipetakan. Lalu kalau ada satuan pendidikan yang kurang itu kita perbaiki,” ujar Kholid dalam sesi media briefing (5/3/2024).

Ia juga menjelaskan terkait peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.

Alhamdulillah tahun sekarang (2024) kita naik dari 65,22 menjadi 79,92,” tegas kholid.

Salah seorang guru PAUD, Eka turut menjelaskan bahwa pembaruan data pendidikan ini memudahkan PAUD untuk berbenah.

“Melalui Rapor Pendidikan kita bisa melihat akar masalah dari kondisi satuan kita sehingga kita dapat memiliki referensi untuk melakukan pembenahan,” ujar Eka.